JAKARTA BARAT warindo News— Praktik penyalahgunaan dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar diduga marak dan berjalan secara terbuka di kawasan Jalan Daan Mogot, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Aktivitas ilegal ini diduga telah berlangsung lama tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum setempat, memicu kecurigaan kuat warga bahwa APH seolah-olah "tutup mata" terhadap permainan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari warga sekitar, aktivitas penimbunan dan penjualan kembali solar subsidi tersebut diduga dikendalikan oleh sosok yang dikenal luas di lokasi bernama Ronald Rote. Warga mengaku khawatir namun gerah melihat praktik yang merugikan negara dan rakyat kecil itu terus berjalan tanpa gangguan.
"Semua orang di sini tahu siapa yang bermain. Namanya Ronald Rote, dia yang mengatur semuanya. Truk-truk datang dan pergi setiap hari, menimbun lalu menjual solar subsidi itu dengan harga jauh lebih tinggi. Tapi anehnya, sampai hari ini tidak ada tindakan apa-apa dari aparat," ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan saat diwawancarai awak media di lokasi, Selasa (2/9/2026).
Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya keterlibatan atau pelindungan dari pihak-pihak tertentu, termasuk oknum aparat penegak hukum. Awak media yang berusaha mengonfirmasi ke pihak kepolisian setempat belum mendapatkan tanggapan yang memuaskan, sehingga memunculkan kesan bahwa APH sengaja mengabaikan laporan-laporan yang masuk.
Solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan, petani, pelaku UMKM, dan masyarakat kecil justru dialihkan dan dijual kembali secara ilegal, menyebabkan kelangkaan di sejumlah SPBU sekitar. Warga yang membutuhkan solar subsidi kerap kesulitan memperolehnya, sementara di sisi lain pengepul meraup keuntungan besar dari selisih harga subsidi dan harga pasar bebas.
Merespons situasi yang semakin memburuk, warga sekitar secara bulat meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) khususnya jajaran Mabes Polri dan Bareskrim untuk segera turun langsung ke lapangan, melakukan penyelidikan mendalam, dan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, termasuk jika terbukti ada oknum aparat yang ikut melindungi praktik kejahatan tersebut.
"Kami minta Polri turun langsung ke sini. Jangan biarkan mafia ini terus menggerogoti uang rakyat. Solar subsidi itu hak rakyat, bukan untuk dikorupsi dan dijual kembali oleh oknum yang berkuasa," tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan aktivitas ilegal tersebut. Awak media berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan akan melaporkan setiap kemajuan yang ada.
(A,L)
